oleh

SBM ITB TERIMA PENGHARGAAN KAIZEN DARI ABEST21 JEPANG

Bandung (BRS) – Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) menerima penghargaan Kaizen dari The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow (ABEST21).

ABEST21 merupakan lembaga akreditasi yang berbasis di Jepang. Akreditasi oleh ABEST21 bertujuan untuk menjamin kualitas pendidikan dan penelitian pada sekolah bisnis, termasuk Administrasi Bisnis, Manajemen Teknologi, Pengelolaan Sistem informasi, Keungan, dan lainnya.

Penghargaan tersebut diserahkan pada pukul 10.40 waktu Tokyo atau pukul 08.40 WIB secara daring.

Hadir dalam pemberian penghargaan, President & CEO ABEST21, Professor Emeritus Dr. ITOH Fumio, ucapan selamat juga disampaikan oleh, Mr.Yusuke TAKAHASHI, First Secretary /Atase Pendidikan, Kedutaan Jepang di Indonesia, Danaiping Chetchotsak, PhD. Dari Khon Kaen University, Thailand. Serta Mr. Ilker Baybars, Ph.D dari Carnegie Mellon University, Amerika Serikat selaku Vice President ABEST21.

Mr.Yusuke TAKAHASHI dalam sambutannya memyampaikan, bahwa SBM meraih penghargaan ini karena tiga hal, pertama berdedikasi dan kerja keras, kedua teamwork dan semangat yang baik, ketiga leadership yang kuat dari Dekan SBM ITB.

Sementara itu, Ketua Senat Akademik SBM ITB Gatot, memberikan ucapan selamat kepada SBM atas diterimanya penghargaan tersebut.

Dikatakan Gatot, Kaizen merupakan kata dalam bahasa Jepang yang artinya “peningkatan”. Dengan diterimanya penghargaan tersebut oleh SBM ITB, artinya kualitas SBM ITB sebagai organisasi telah meningkat. Selain kerja keras dari pihak SBM ITB, penghargaan Kaizen tentu bisa diraih berkat bantuan pihak-pihak terkait.

“Dengan mengedepankan nilai-nilai integritas, berusaha terbaik, kepercayaan, inovasi dan harmoni, SBM ITB berhasil mengatasi tantangan pendidikan dan mempertahankan posisi sebagai sekolah bisnis terbaik,” kata Gatot, Selasa (8/6/2021).

Sedangkan Dekan SBM ITB Utomo Sarjono Putro, menyampaikan ungkapan terima kasihnya kepada Presiden ABEST21 Fumio Itoh, yang telah memberikan penghargaan Kaizen kepada SBM ITB. Penghargaan tersebut menjadi pembuktian peningkatan kualitas yang diupayakan SBM ITB dalam beberapa tahun terakhir.

Belakangan, SBM ITB menghadapi era ketika perubahan terjadi sangat cepat. Teknologi yang semakin canggih memunculkan ancaman terhadap eksistensi manusia dalam sebuah pekerjaan. Pandemi Covid-19 juga merubah cara orang berinteraksi. Perubahan-perubahan tersebut mendorong organisasi untuk cepat beradaptasi agar tetap eksis.

Oleh karena itu, SBM ITB bertransformasi dengan masuk ke dalam dunia pendidikan 4.0.

“Kami menilai, kunci sukses untuk mengatasi tantangan yakni dengan mengimplementasikan sistem yang kuat dan adaptif, meningkatkan kemampuan sumber daya manusia SBM ITB dan berkolaborasi dengan pihak lain, seperti akademisi, pemerintah dan industri,” ujar Utomo

Sejak beberapa tahun lalu, SBM ITB membuat sebuah sarana (platform) yang mengintegrasikan berbagai aktivitas akademik, bernama SPACE. Dengan SPACE, SBM ITB bisa mengukur kemajuan performa secara efisien, baik level individual maupun organisasi. Dengan demikian, SBM ITB bisa mengatur strategi untuk meraih target yang diharapkan.

“Kami juga mendorong setiap civitas akademika SBM ITB, mulai dari mahasiswa dan staf, untuk meningkatkan kualitas diri. SBM ITB menyediakan dana untuk melaksanakan pelatihan bagi staf dan dosen. Selain itu, SBM ITB juga membentuk unit pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan kualitas SDM SBM ITB,” katanya lagi.

“Untuk memperkuat kolaborasi dengan pihak luar, kami menambah dana riset dan pelayanan dengan pihak luar. Kami membuat program pertukaran mahasiswa dan staf sehingga mereka bisa mendapat pengalaman bekerja di lingkungan berbeda dengan orang yang berbeda pengalaman,” paparnya.

SBM ITB juga mendorong dosen untuk mengikuti riset secara kolaborasi dan memberikan masukan kepada pihak industri. Kolaborasi tak hanya di level nasional, tetapi internasional. SBM ITB bahkan membentuk fungsi khusus yang menangani hubungan internasional untuk mengembangkan program internasional. Dengan demikian, jaringan yang dimiliki dosen semakin luas.

Menurut Utomo, penghargaan Kaizen dari ABEST21 telah memberikan panduan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan SBM ITB dan memastikan upaya yang telah dilakukan SBM ITB berada dalam jalur yang tepat.

Menurutnya, penghargaan tersebut didedikasikan untuk setiap civitas akademika ITB. Dengan diterimanya penghargaan ini, diharapkan SBM ITB semakin terdorong mengembangkan diri sebagai organisasi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed