PERLU STRATEGI DAN DORONGAN BAGI PELAKU UMKM DAN PEMILIK BRAND UNTUK BERKEMBANG

BANDUNG JUARA112 views

Bandung (BRS) – Pandemi yang terjadi sejak tahun 2020 berdampak kepada dunia usaha termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Berdasarkan survei Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) kepada 195.099 UMKM, dampak dari pandemi 23,10 persen UMKM mengalami penurunan omzet usaha, 19,50 persen terhambat distribusi, dan 19,45 persen mengalami kendala permodalan.

Begitu juga dengan hasil survei Bank Pembangunan Asia (ADB) yang menunjukkan kondisi sama, yaitu 30,5 persen UMKM di Indonesia menghadapi penurunan permintaan domestik dan sebanyak 48,6 persen UMKM tutup sementara.

Pemulihan UMKM menjadi prioritas pemerintah mengingat UMKM merupakan salah satu pilar penting dalam kebangkitan ekonomi nasional.

Dikutip dari laman Kemenko Perekonomian, UMKM berkontribusi 61,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 97 persen dari total tenaga kerja yang ada.

Mendukung hal tersebut, hadir wadah pengembangan UMKM dan pemilik brand, Dewa Eka Prayoga Manajemen (DEP) sebagai jembatan bagi para pelaku UMKM dan pemilik brand untuk exposure dalam memasarkan produknya.

“Para pelaku UMKM dan pemilik brand di Indonesia sangat butuh dorongan, bahkan di sisi lain, mereka kerap menghadapi masalah pemasaran, termasuk fundamental keuangannya,” ucap pemilik DEP Dewa Eka saat peluncuran DEP di Gor Saparua Bandung, Selasa (22/11/2022).

Menurutnya, hadirnya DEP ini bertujuan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang kerap dihadapi para pelaku UMKM dan pemilik brand agar bisnisnya dapat terus berkembang dan meraih sukses.

“Jadi lebih ke sistemasi bagaimana kita menebarkan manfaat lewat apa yang kita miliki. Kalau misal brand berarti exposure dari brand-nya itu sendiri semakin besar dengan segala akses. Untuk UMKM tidak hanya exposure, tapi juga dari segi strategi dan juga fundamental,” papar Dewa.

“Umumnya UMKM itu masalah nomor satunya adalah pemasaran atau marketing, tapi juga kadang fundamental keuangan masih kacau. Nah ini yang bisa kita profit dari segi couching dan sejenisnya,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, sebelum adanya DEP Management, dirinya juga telah sering membantu para pelaku bisnis untuk mengembangkan omset dan profitnya. Namun, diakuinya, bantuan yang diberikan masih sangat terbatas. Maka dari itu, hadirnya DEP Management diharapkan bisa lebih membantu para pelaku bisnis maupun UMKM tumbuh secara signifikan.

Pengusaha muda yang juga dikenal sebagai bussiness owner, best selling author, hingga bussines coach itu memastikan bahwa siapapun bisa bergabung dengan DEP Management, dan pihaknya tidak membatasi produk yang dipasarkan.

“Kami tidak membatasi jenis atau kategori produk, tapi yang kita lihat adalah produk market fit-nya, karena kita juga ada garap snack, ada klinik, ada skincare, ada juga digital produk,” paparnya.

Disinggung soal target pelaku UMKM dan pemilik brand yang bergabung dengan DEP Management, Dewa menargetkan sebanyak mungkin pelaku UMKM dan pemilik brand dapat bergabung.

“DEP Management ini baru dirilis, jadi belum ada UMKM atau brand yang bergabung. Tapi sebelumnya, ada yang lewat saya langsung, mereka ibaratnya baru mulai banget, mungkin (omset) masih di bawah Rp1 jutaan, kita push sampai akhirnya naik berkali-kali lipat. Itu harapannya, yang kita bantu total sudah ada 63 brand,” katanya.

Dewa menambahkan, DEP Management terbuka bagi para pelaku UMKM dan pemilik brand dari seluruh Indonesia. Meski dirinya tinggal di Bandung, namun ruang lingkup DEP Management berskala nasional.

“Untuk seluruh Indonesia. Walaupun saya tinggal di Bandung, tapi lingkupnya Indonesia karena followers saya nomor 1 tuh Bandung, nomor 2 Jakarta, nomor 3 surabaya atau Yogyakarta gitu, tapi ruang lingkup ini kita se-Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Chief Executive Officer DEP Management, Mirza Ghulam mengatakan, perkembangan media sosial saat ini menjadi peluang bagi para pelaku UMKM dan pemilik brand untuk meningkatkan omset penjualannya dengan catatan memahami dan mampu memanfaatkan media sosial tersebut dengan baik.

Menurut Mirza, dengan bergabung bersama DEP Management, para pelaku UMKM dan pemilik brand akan mendapatkan berbagai keuntungan, mulai dari profit endorse, joint venture, syirkah, hingga mentoring bussiness di DEP Management.

Mirza membenarkan bahwa pihaknya akan melakukan seleksi bagi para pelaku UMKM dan pemilik brand sebelum bergabung. Seleksi bertujuan untuk memastikan kerja sama tersebut memang sesuai kebutuhan

“Kalau kerja sama kan yang paling penting adalah selain dari sisi produk tentunya chemistry dan juga visi misinya. Ketika sama insya Allah moga-moga jalannya lebih enak, lebih berkah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *