oleh

Jangan Harap Bahagia di Masa Tua Kalau Cuek Sama 6 Hal Ini

Gak ada yang menolak bahagia di masa tua. Semua orang mau, tapi gak semuanya mampu.

Agar bahagia di hari tua, tentunya kita mesti memiliki rencana. Inilah yang sering menjadi masalah. Orang luput melakukan perencanaan, merasa hidup seperti air yang mengalir.

Memang bisa saja orang menjalani hidup secara spontan. Namun sebaiknya segala hal direncanakan agar kita punya patokan untuk mengambil langkah ke depan.

Lihat saja para pengusaha sukses. Dalam bisnis, selalu ada rencana jangka pendek, menengah, dan panjang. Target dimasukkan dalam rencana-rencana itu untuk dicapai.

Hal ini juga berlaku untuk mencapai kebahagiaan di masa tua. Sudah saatnya peduli akan rencana ke depan. Kalau mau hidup enak di masa tua, jangan cuek sama hal-hal ini ya:

1. Asuransi kesehatan

Asuransi adalah salah satu bentuk investasi masa depan. Mungkin masih ada yang beranggapan, buat apa bayar tiap bulan tapi belum tentu ada hasilnya.

Asuransi kesehatan jelas penting buat menanggung risiko finansial akibat hal-hal yang menyangkut kesehatan ( asuransi/forbes)

Memang, kita gak berharap sakit sehingga manfaat asuransi kesehatan bisa dinikmati. Tapi nasib orang siapa yang tahu.

Pernah dengar kan artis yang tiba-tiba sakit lalu meninggal sehabis berolahraga? Padahal sebelumnya mereka sehat-sehat saja.

Ketika masih kerja, mungkin kita bisa mengandalkan asuransi dari kantor saja. Tapi begitu pensiun, tentu kita mesti punya asuransi kesehatan sendiri.

BPJS Kesehatan sudah pasti mesti ada. Akan lebih baik bila ditambah dengan asuransi kesehatan. Toh, manfaat keduanya bisa digabung.

2. Tabungan pensiun

Begitu purnakerja, tentunya kita akan punya bekal berupa dana pensiun dari kantor berupa pesangon. Namun hitung dulu, cukup gak pesangon itu untuk hidup bahagia di masa tua?

Tabungan pensiun bisa menjadi solusi memenuhi kebutuhan hidup pada masa pensiun. Mulailah menabung sedari dini, dan jangan diutak-atik.

Makin dini tabungan pensiun dimulai, makin besar nanti hasilnya ketika sudah gak kerja lagi. Cari program tabungan pensiun yang menawarkan bunga paling tinggi, pisahkan dengan tabungan utama biar dana gak terambil.

3. Investasi

Tabungan gak bisa digolongkan sebagai investasi, karena  imbal hasilnya kecil sekali. Return berupa bunga dari tabungan bahkan sering kalah dibanding tingkat inflasi.

Pilih investasi yang lebih menghasilkan namun dengan risiko relatif minim, misalnya reksa dana. Dengan modal di bawah Rp 1 juta, kita sudah bisa tanam duit di reksa dana.

investasi ibarat kita menanam uang di masa muda dan bisa memetik buahnya di masa tua. (investasi/Twitter Kairyssdal)

Program serupa reksa dana yang ditawarkan bank untuk keperluan pensiun pun bisa dipilih, yakni Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Ada banyak bank yang punya program DPLK, antara lain BRI dan Mandiri.

Investasi penting untuk kebutuhan finansial di hari tua. Bila punya tabungan dan dana pensiun plus investasi, akan lebih mudah menggapai kehidupan bahagia saat tak lagi berkarya.

4. Bisnis sendiri

Sembari bekerja sebagai karyawan, coba deh buka usaha sendiri untuk sampingan. Usaha kecil-kecilan ini bisa menjadi modal hidup saat sudah pensiun kelak.

Ini terutama penting buat yang berencana menjalankan bisnis sendiri begitu pensiun. Gak ada salahnya buka usaha sedari dini, sehingga kenyang makan asam-garam dan bisa belajar dari pengalaman untuk meraih kesuksesan.

Siapa tahu malah prospek bisnis yang dijalankan lebih cerah ketimbang gaji karyawan sekarang. Namun keputusan resign untuk jadi pengusaha membutuhkan pertimbangan matang agar gak salah langkah.

5. Rumah pribadi

Rumah alias papan adalah kebutuhan pokok setiap manusia bersama sandang dan pangan. Akan lebih membahagiakan bila sudah pensiun bisa tinggal di rumah sendiri, bukan ngontrak di sana-sini.

Makanya, persiapkan dana untuk membeli rumah sejak sekarang. Bila gak bisa beli cash, gak ada salahnya kredit. Malah rumah-rumah baru sekarang ditawarkan dengan cara kredit.

Kalau sampai tua tapi gak punya rumah ya mau tinggal di mana (Rumah/ Rumah di Jual)

Uang muka kredit pemilikan rumah (KPR) pertama sekarang terbilang ringan, yakni hanya 15 persen per 2016. Bahkan ada program DP 0 persen atau 0 rupiah di DKI Jakarta.

Buat yang berpenghasilan pas-pasan, bisa manfaatkan program rumah bersubsidi dari pemerintah. Rumah dalam program ini dijual dengan harga rendah. DP dan cicilan per bulan pun ringan.

6. Manajemen utang

Pastikan semua kredit dan pinjaman lunas saat masuk masa pensiun. Siapa yang mau selama hidup dibebani utang segudang?

Karena itu, mulailah merancang manajemen utang agar segera terbayar. Penghasilan per bulan mesti segera dialokasikan sekian rupiah buat bayar utang, termasuk tagihan kartu kredit yang tiba-tiba bisa menggunung bila gak segera dilunasi.

Bukan gaji dibelanjakan dulu baru nanti sisanya buat bayar utang dan ditabung. Sebaiknya, segera sisihkan gaji untuk pos tabungan dan utang, baru sisanya buat belanja.

Pos tabungan dan utang sudah fixed alias tetap, sementara pos belanja bisa diutak-atik. Misalnya pada awal-awal bulan masih bisa makan di luar, menjelang akhir bulan lebih sering masak sendiri agar lebih irit.

Bahagia di masa tua adalah pilihan. Bila benar mau bahagia, mesti ada rencana untuk meraihnya. Rencana itu pun bukan hanya untuk gagah-gagahan.

Mesti ada upaya untuk menjalankannya agar target bahagia di hari tua bisa terlaksana. Jangan ragu ajak pasangan untuk menyiapkan diri, sehingga dapat saling mendukung untuk kebahagiaan bersama pada masa senja

by Hardian

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed